Trendingmaluku.com – Tragedi tewasnya pengemudi ojek daring (ojol), Affan Kurniawan, akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri pada Kamis malam (28/8/2025), tidak hanya memicu gelombang protes di dalam negeri, tetapi juga menyita perhatian media internasional. Salah satunya adalah harian bergengsi asal Amerika Serikat, The New York Times (NYT), yang menurunkan laporan dengan judul: “Students Call for More Protest in Indonesia After Fatal Clash With Police.”
Dalam pemberitaannya, NYT menyoroti dinamika gerakan mahasiswa Indonesia yang segera melakukan konsolidasi untuk aksi lanjutan. Media tersebut menekankan bahwa kematian Affan bukan sekadar tragedi individual, melainkan sebuah simbol perlawanan publik terhadap pendekatan represif aparat kepolisian dalam menangani demonstrasi.
Liputan Media Global
Tak hanya The New York Times, sejumlah media besar dunia juga turut mengangkat kasus ini:
- The Straits Times (Singapura) mengangkat kisah Affan sebagai headline dengan tajuk Justice for Affan: Outrage in Jakarta after delivery rider killed by police vehicle in protest clash.
- Bloomberg (AS) menurunkan laporan berjudul Protests Rocks Indonesia After One Killed in Police Clash dengan menampilkan foto-foto dramatis bentrokan massa dan aparat di ibu kota.
- Reuters (Inggris) pada Jumat (29/8/2025) menayangkan artikel Indonesian students vow more protests after one killed in Jakarta demonstration, menyoroti janji mahasiswa untuk terus melanjutkan aksi.
Dengan liputan ini, tragedi Jakarta bukan hanya menjadi isu nasional, tetapi telah menjelma sebagai perhatian global.
Tekanan Moral bagi Pemerintah
Publik internasional menilai, peristiwa ini berpotensi menjadi ujian serius bagi pemerintah Indonesia dalam menjaga citra demokrasi dan hak asasi manusia. NYT menyorot bahwa Indonesia—yang selama ini dipandang sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di Asia—sedang berada di persimpangan jalan antara menjaga stabilitas keamanan atau menghormati hak rakyat untuk menyuarakan aspirasi.
Bagi mahasiswa dan kelompok sipil di Indonesia, nama Affan Kurniawan kini melebur menjadi simbol tuntutan keadilan. Tragedi ini juga dinilai bisa menjadi momentum lahirnya gelombang protes yang lebih besar, menuntut reformasi nyata dalam tubuh aparat keamanan.
Tuntutan Keadilan Menguat
Desakan terhadap Polri untuk melakukan investigasi transparan kian deras, baik dari kalangan sipil, akademisi, hingga komunitas internasional. Tuntutan agar aparat yang terlibat diproses hukum juga semakin kuat.
Sorotan dari media sekelas The New York Times memperlihatkan bahwa kasus ini bukan sekadar tragedi domestik, melainkan juga telah menjadi perhatian dunia. Hal ini sekaligus menjadi tekanan moral bagi pemerintah Indonesia agar memastikan keadilan ditegakkan, serta tragedi serupa tidak terulang di masa depan.***







































































Discussion about this post