Pj Aruan Gaur SBT Dituntut 6 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi ADD-DD

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 Februari 2025 - 09:01 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bula, Maluku– Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur menuntut Penjabat (Pj) Kepala Pemerintahan Negeri Administratif Aruan Gaur kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Ragia Rumakway, dengan hukuman enam tahun penjara atas dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016-2020.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Ambon, JPU Junita Sahetapy menyebut terdakwa menyebabkan kerugian negara sebesar Rp1,7 miliar.

Selain pidana penjara, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp100 juta subsider satu tahun kurungan serta uang pengganti Rp1,7 miliar. Jika tidak mampu membayar, harta benda terdakwa akan disita dan dilelang.

Baca Juga :  Pengakuan Jaksa! BAP Ricky Jauwerissa Hanya Lewat WA, Berkas Lengkap Sebelum Tanda Tangan

Jika masih kurang, ia akan dikenakan hukuman tambahan tiga tahun penjara.

JPU menilai terdakwa tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi dan telah merugikan keuangan negara. Sementara itu, hal yang meringankan adalah sikap sopan terdakwa dalam persidangan dan statusnya yang belum pernah dihukum.

Kasus ini bermula dari dugaan penyalahgunaan DD-ADD selama periode 2016-2020, di mana sejumlah program pembangunan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Bahkan, ditemukan laporan pertanggung jawaban fiktif yang mengakibatkan kerugian negara miliaran rupiah.

Sidang masih berlanjut dengan agenda pembelaan terdakwa.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu
Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak
Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot
Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”
Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang
Kasus Kematian Fikram Heluth, Pengacara Keluarga Desak Kapolda Maluku Evaluasi Penyidikan
Karhutla Sebulan Tak Tertangani, Warga Tutup Jalan Trans Seram di Pertigaan Saleman
Polresta Ambon Bantah Tudingan Anak 13 Tahun Dipaksa Tiru Tanda Tangan Tersangka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:48 WIT

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:00 WIT

Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIT

Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:28 WIT

Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:26 WIT

Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT