Ambon, Maluku — Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Dedi M. N. Aritonang, menekankan meminta pengawalan terhadap program hilirisasi sagu Pemerintah Daerah Kabupaten SBT dalam Musyawarah Daerah (Musda) XII BPD HIPMI Provinsi Maluku. Kesempatan tersebut, Aritonang menyampaikan harapannya agar HIPMI dapat berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program strategis Bupati Fachri Husni Alkatiri.
“Dengan segala hormat, kami mengapresiasi kerja keras Ketua Umum Azis Tunny beserta pengurus yang telah bekerja dengan baik. Kami menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dengan rasa bangga. Ijinkan saya menitipkan harapan kepada Ketua Umum Reza yang baru saja terpilih. Mana ketum reza? Ya… agar dapat membantu kami dalam mengawal serta mendorong suksesnya program hilirisasi sagu yang menjadi fokus utama Pemda Kabupaten SBT,” ungkap Aritonang di hadapan peserta Musda, Senin (23/06).
Aritonang menjelaskan bahwa hilirisasi sagu bukan hanya menjadi solusi dalam menjawab tantangan perekonomian jangka panjang Kabupaten SBT, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dalam jangka pendek.
Dengan pengolahan sagu yang lebih modern dan terintegrasi, diharapkan produk sagu dapat memiliki nilai tambah yang signifikan, membuka lapangan kerja baru, dan mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian tradisional yang lebih rentan terhadap perubahan iklim.
“Program hilirisasi sagu ini sangat penting karena selain memberikan manfaat ekonomi langsung bagi petani sagu, juga berpotensi membuka peluang usaha baru di sektor pengolahan makanan dan industri terkait. Kami percaya dengan dukungan yang kuat dari seluruh pihak, terutama HIPMI, program ini dapat mencapai tujuannya,” tambah Aritonang.
Program hilirisasi sagu yang digagas oleh Pemda Kabupaten SBT bertujuan untuk mengoptimalkan potensi besar sagu di daerah tersebut. Sagu, yang dikenal sebagai komoditas unggulan, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi. Namun, tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengembangkan industri pengolahan yang efisien dan mampu bersaing di pasar global.
Aritonang juga berharap bahwa dukungan dari HIPMI dapat mempercepat implementasi program hilirisasi ini.
“Kami ingin mengajak seluruh pengurus HIPMI untuk menjadi mitra dalam proses pengawalan dan pengembangan hilirisasi sagu di Kabupaten SBT. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, kami yakin sagu bisa menjadi komoditas yang lebih bernilai dan memberikan dampak ekonomi yang luas,” tutup Aritonang.
Kegiatan Musda XII BPD HIPMI Provinsi Maluku ini juga dihadiri oleh berbagai elemen strategis, antara lain perwakilan Forkopimda, pemerintah daerah, BPD HIPMI Papua Barat, kalangan perbankan, organisasi profesi, serta seluruh pengurus HIPMI kabupaten/kota se-Maluku.
Agenda ini turut melahirkan pemimpin baru HIPMI Maluku, yaitu Muhammad Reza Mony (MRM), seorang figur muda yang aktif dalam dunia usaha dan organisasi kepemudaan.
Mony, yang dikenal dengan visi kolaboratif dan semangatnya dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis potensi daerah, diharapkan dapat membawa HIPMI Maluku menuju era baru yang lebih inklusif, progresif, dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan kepemimpinan Reza, HIPMI Maluku diharapkan mampu memainkan peran kunci dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung sektor-sektor unggulan seperti hilirisasi sagu. ***







































































Discussion about this post