Gunung Botak atas Nama Rakyat, tapi Tanpa Suara Adat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 31 Juli 2025 - 12:54 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Langkah cepat Pemerintah Provinsi Maluku dalam menerbitkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) untuk sepuluh koperasi di Gunung Botak, Kabupaten Buru, menuai tanda tanya besar. Bukan soal urgensi penataan tambang atau alasan lingkungan, tetapi soal siapa yang sebenarnya dilibatkan dalam proses ini dan siapa yang justru disingkirkan.

Masyarakat adat, yang selama ini menjaga dan hidup di sekitar wilayah tambang emas tersebut, nyaris tak terdengar suaranya. Ironisnya, suara mereka bukan hilang tetapi tak diberi ruang.

Dalam deretan agenda formal dan keputusan strategis, nama-nama tokoh adat tak pernah muncul sebagai pihak yang diundang duduk bersama.

Anggota DPRD Maluku dari Fraksi PDI Perjuangan, Alhidayat Wajo, menyebut langkah pemerintah memang patut diapresiasi dalam konteks reformasi tambang rakyat.

Namun, ada catatan penting, pengelolaan tambang tidak bisa hanya diukur dari sisi teknis dan ekonomi. Aspek kultural dan hak historis masyarakat adat harus menjadi landasan utama.

“Kita tentu mendukung penertiban tambang demi lingkungan dan tata kelola yang lebih sehat. Tapi jangan lupakan satu hal: tanah ini bukan kosong. Ia punya sejarah, punya penjaga, dan mereka adalah masyarakat adat,” ujar Alhidayat dalam rilis yang diterima, Kamis (31/7).

Ia menyoroti bahwa dalam draf Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Maluku, sudah jelas tercantum prinsip pengakuan terhadap keberadaan dan peran masyarakat hukum adat. Artinya, kebijakan publik terutama yang berkaitan dengan ruang hidup wajib melibatkan mereka secara langsung.

“Kita tidak bisa terus-menerus membiarkan konflik agraria jadi warisan kebijakan yang dibentuk dari atas. Masyarakat adat bukan pelengkap formalitas. Mereka adalah subjek yang harus diajak bicara sejak awal,” tegasnya.

Baca Juga :  Tebang Pilih Kasus, AMPERA Maluku Turun Jalan Minta Kepala Kejari Ambon Dicopot

Alhidayat pun mengingatkan agar pengelolaan Gunung Botak tidak jatuh ke tangan-tangan yang sekadar membungkus kepentingan korporasi dalam baju koperasi.

Pihaknya mendesak Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, agar membuka ruang dialog dengan para pemangku adat di Buru bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi sebagai syarat moral dalam membuat kebijakan yang adil.

“Jangan ada lagi kebijakan yang hanya menguntungkan kelompok elite, lalu mengabaikan warga yang sudah lama menjaga tanah itu. Kalau emas di Gunung Botak dianggap sumber daya publik, maka masyarakat adat adalah pemilik moralnya,” tutupnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT