Susanto, Pelaku Kekerasan yang Mengakibatkan Ria Tewas Disidangkan

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:44 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Terdakwa Hadi Susanto alias Santo, kini menjalani sidang di Kantor Pengadilan Negeri Dataran Hunimoa, Kabupaten Seram Bagian Timur, Selasa (12/08/2025). Yang bersangkutan disidangkan karena melakukan tindakan kekerasan hingga menyebabkan seorang anak diketahui bernama Ria meninggal dunia.

Sidang Perdana dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Dataran Hunimoa, Donald Frederik Sopacua, selaku Ketua Majelis Hakim dengan agenda Pembacaan Surat Dakwaan dan Pemeriksaan Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur. Dua saksi yang ikut dihadirkan yakni bapak dan ibu kandung dari Ria (korban).

Baca Juga :  Terdakwa Kasus Ganja 863 Gram Dituntut 6 Tahun Penjara di Ambon

Kepala Kejaksaan Negeri Seram Bagian Timur, Ketut Sudiarta ikut hadir bersama Kasi Pidum Junita Sahetapy, sebagai Penuntut Umum dalam perkara Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak ini.

Tindakan yang dilakukan Santo dianggap telah melanggar Pasal 80 Ayat (3) Jo Pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Sebagaimana dalam dakwaan yang dibacakan Penuntut Umum, terdakwa telah melakukan Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak korban. Namun sidang ini kemudian ditunda oleh Ketua Majelis Hakim hingga Rabu (20/08/2025) pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi lain.

Sebagaimana diketahui, peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu 17 Mei 2025, sekira pukul 16.30 WIT, bertempat di kebun masyarakat dekat Kali Waifufa belakang Desa Rukun Jaya, Kecamatan Bula Barat. (**)

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu
Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak
Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot
Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”
Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang
Kasus Kematian Fikram Heluth, Pengacara Keluarga Desak Kapolda Maluku Evaluasi Penyidikan
Karhutla Sebulan Tak Tertangani, Warga Tutup Jalan Trans Seram di Pertigaan Saleman
Polresta Ambon Bantah Tudingan Anak 13 Tahun Dipaksa Tiru Tanda Tangan Tersangka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:48 WIT

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:00 WIT

Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIT

Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:28 WIT

Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:26 WIT

Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT