Tiakur, Maluku– Menyikapi dinamika sosial politik nasional akhir-akhir ini, Aliansi Pemuda Kalwedo yang terdiri dari GAMKI, KNPI, AMGPM, GMNI, PCPS, GMKI, dan Mahasiswa PSDKU Unpatti, menggelar kegiatan Doa Lintas Agama di Tugu Dian, Kota Tiakur, Kecamatan Moa, Kamis (4/9/2025).
Kegiatan yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, PLT Sekda, Ketua DPRD MBD, pihak Kepolisian, TNI, serta tokoh-tokoh agama itu bertujuan menjaga kedamaian, mencegah potensi demonstrasi yang memecah belah persatuan, serta memulihkan stabilitas sosial di Maluku Barat Daya.
Doa bersama dipimpin secara bergantian oleh Ketua MUI MBD M. Nasir Rahayaan, Pastor Vabianus Rahayaan, dan Pendeta GPM Marneks Liharmeha. Suasana syahdu menyelimuti prosesi doa, menghadirkan harapan akan damai yang terus terpelihara di bumi NKRI.
Ketua GAMKI MBD dalam menegaskan, peristiwa 25–29 Agustus lalu tidak boleh hanya dipandang sebagai kerusuhan, melainkan sebagai titik balik kesadaran kebangsaan.
Sementara itu, Ketua KNPI MBD, Wempy Homes Karey, menegaskan Maluku Barat Daya adalah negeri yang dikenal dengan budaya **Hnyoli Lietanya**, yang mengikat persaudaraan dari ujung timur Pulau Masela hingga barat Pulau Lirang.
“Negeri ini negeri damai, kami tidak mau terprovokasi isu-isu yang merugikan kami. Biarlah demonstrasi terjadi di daerah lain, jangan di sini. Kami tentu menyayangkan adanya korban jiwa, gedung DPRD yang terbakar, hingga penjarahan rumah warga, tetapi itu tidak boleh terjadi di Negeri Kalwedo,” tegas Karey.
Selain doa, Aliansi Pemuda Kalwedo juga menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro-rakyat, khususnya terkait kenaikan gaji dan tunjangan DPR RI di tengah penderitaan rakyat.
“Kami merasa memiliki Indonesia. Karena itu penegakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus benar-benar diwujudnyatakan,” demikian seruan para pemuda.
10 Tuntutan Aliansi Pemuda Kalwedo
Dalam pernyataannya, Aliansi Pemuda Kalwedo mengeluarkan sepuluh tuntutan sebagai berikut:
- Menyampaikan dukacita mendalam atas korban jiwa demonstrasi, serta doa bagi keluarga yang ditinggalkan.
- Mendesak Kapolri menindak tegas pelaku penyebab jatuhnya korban jiwa.
- Meminta DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten MBD berhenti mengeluarkan pernyataan tidak berempati, provokatif, maupun normatif.
- Menghimbau masyarakat menyuarakan aspirasi secara damai, tanpa anarkis, dan tidak terprovokasi elit politik.
- Mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
- Menegaskan prinsip alokasi anggaran yang adil, proporsional, dan berkeadilan fiskal, dengan afirmasi untuk daerah kepulauan seperti MBD.
- Mengajak masyarakat MBD menjaga kondusifitas dan keharmonisan di tengah keberagaman, serta tidak terprovokasi isu media sosial.
- Mendesak pemerintah daerah dan provinsi mengevaluasi insiden tongkang tambang Wetar, dengan laporan terbuka demi kelestarian lingkungan.
- Mendukung percepatan pengangkatan PPPK di semua kategori.
- Mendorong percepatan pengoperasian Blok Masela dengan keterlibatan Pemda MBD guna mendukung pengentasan kemiskinan dan pengangguran.
Kegiatan Doa Lintas Agama ini menjadi simbol komitmen pemuda Kalwedo untuk menjaga persaudaraan dan kedamaian, sembari tetap kritis menyuarakan kepentingan rakyat.***







































































Discussion about this post