Ambon, Maluku – Dugaan pencurian ikan di rompong milik nelayan pesisir Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, dan Seram Bagian Timur (SBT), mendapat sorotan serius dari DPRD Provinsi Maluku.
Aktivitas tersebut diduga dilakukan kapal nelayan asal Bitung yang beroperasi di perairan Laut Seram.
Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, mengungkapkan pihaknya menerima laporan masyarakat terkait keberadaan sekitar 15 kapal nelayan dari Bitung yang beroperasi pada malam hari dan mengambil ikan di sekitar rompong milik warga.
“Pencurian ikan di rompong nelayan pesisir Seram Utara dan SBT yang diduga dilakukan kapal dari Bitung tidak bisa dibiarkan. Warga sangat terdampak dan mengalami kerugian. Kejahatan seperti ini harus ditindak,” tegas Alhidayat, Senin (23/2).
Menurutnya, tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan telah merampas sumber penghidupan nelayan kecil yang menggantungkan hasil tangkapan pada rompong yang mereka pasang dan rawat secara mandiri.
“Mereka mengambil ikan di rompong milik warga nelayan pesisir. Ini jelas merugikan nelayan,” ujarnya.
Atas nama masyarakat, Komisi III DPRD Maluku mendesak aparat keamanan untuk meningkatkan patroli di perairan Seram Utara dan SBT.
Ia meminta agar setiap pelanggaran yang ditemukan di lapangan segera ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Pihak keamanan harus melakukan patroli secara intensif agar kejadian seperti ini tidak terulang. Jika ditemukan pelanggaran, harus ditindak tegas sesuai aturan,” katanya.
DPRD Maluku juga menilai lemahnya pengawasan di wilayah perairan berpotensi memicu konflik horizontal antarnelayan lintas daerah.
Karena itu, langkah cepat dan terukur dari aparat dinilai penting guna menjaga stabilitas serta memastikan perlindungan terhadap nelayan pesisir di Maluku.
Alhidayat menambahkan, di tengah tekanan ekonomi, nelayan saat ini tengah fokus mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Jika hasil tangkapan yang telah diperkirakan justru diambil pihak lain, dampaknya dinilai sangat serius terhadap keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.***







































































Discussion about this post