Saumlaki, Trending-Maluku.com, – Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, menunjukkan keseriusannya mengawal proyek strategis nasional dengan melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi Smelter PT Inpex di Blok Masela, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Selasa (19/5/2026).
Pangdam serta jajaran rombongan, bersama Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, bersama-sama meninjau Shelter PT Inpex yang berlokasi di Desa Lermatan.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 30 menit, Pangdam berdialog intens dengan perwakilan PT Taka dan Inpex Masela.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal menyebutkan bahwa fokus utama pembahasan adalah berbagai persoalan lapangan yang menghambat percepatan pembangunan Blok Masela.
“Kami akan berusaha menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi dalam rencana pembangunan Blok Masela. Ini kepentingan bangsa, khususnya masyarakat Tanimbar,” tegas Mayjen TNI Dody Triwinarto usai pertemuan.
Tak berhenti di ruang diskusi, Pangdam dan rombongan langsung bergerak ke titik krusial, meninjau langsung lokasi Shelter PT Inpex Masela dan area pembangunan pelabuhan.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung serta mengidentifikasi potensi kendala teknis dan non-teknis di lapangan.
Puncak kunjungan ditandai dengan silaturahmi bersama pemerintah Desa Lermatan, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Vila Bukit Indah.
Dalam suasana hangat, Pangdam mendengarkan aspirasi warga sekaligus menegaskan komitmen TNI untuk mendukung kelancaran proyek yang diharapkan membawa efek domino positif bagi perekonomian di Kepulauan Tanimbar.
Kehadiran Pangdam langsung ke akar masalah ini mendapat apresiasi luas.
Masyarakat setempat berharap kunjungan tingkat tinggi ini mampu memecahkan kebuntuan yang selama ini terjadi dan mempercepat realisasi Blok Masela sebagai lumbung energi nasional.
Tentang Blok Masela, Proyek strategis nasional yang dikelola PT Inpex ini direncanakan menjadi salah satu pusat produksi gas alam terbesar di Indonesia Timur dengan investasi mencapai miliaran dolar AS.







































































Discussion about this post