Masohi, Maluku— Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun pendidikan inklusif dan bermutu bagi anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Melalui sinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Program INOVASI, dan SEAMEO SEAMOLEC, kabupaten ini kini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas lembaga dapat mengubah wajah pendidikan di daerah terpencil.
Kehadiran jaringan internet berbasis satelit Starlink menjadi titik balik penting dalam perjalanan pendidikan Maluku Tengah. Namun, menurut Bupati Zulkarnain Awat Amir, kunci transformasi bukan semata teknologi, melainkan juga penguatan sumber daya manusia.
“Teknologi hanyalah alat. Yang paling utama adalah peningkatan kapasitas guru dan mutu pembelajaran,” tegasnya.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kebijakan Hari Belajar Guru sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025 yang diimplementasikan lewat Instruksi Bupati Maluku Tengah Nomor 420/04/INS Tahun 2025. Setiap guru kini wajib mengikuti pengembangan kompetensi berkelanjutan (PKB) berbasis Kelompok Kerja Guru (KKG).
Melalui kemitraan dengan Program INOVASI, pendekatan pembelajaran aktif dan kontekstual diperkenalkan ke seluruh sekolah negeri dan madrasah.
Guru dibimbing untuk merancang materi ajar yang menyenangkan dan sesuai kemampuan siswa, menggantikan pola mengajar lama yang pasif dan monoton.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, memberikan apresiasi atas upaya Pemkab Maluku Tengah. Menurutnya, digitalisasi dan penguatan kapasitas guru adalah langkah penting untuk memastikan setiap anak, di mana pun mereka berada, mendapatkan hak pendidikan yang setara.
“Kolaborasi seperti ini adalah kunci mewujudkan pemerataan mutu pendidikan nasional,” ujarnya.
Hasilnya mulai terlihat. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan meningkat dari 679,45 poin pada 2023 menjadi 689,46 poin pada 2024. Kelas-kelas kini lebih hidup, interaktif, dan kontekstual.
Direktur Program INOVASI, Sri Rezki Widuri, dan Direktur SEAMEO SEAMOLEC, Cahya Kusuma Ratih, yang hadir dalam dialog virtual Menyapa Anak Negeri di Atas Awan, juga menilai keberhasilan Maluku Tengah sebagai contoh sinergi lintas sektor yang bisa direplikasi di daerah lain.***







































































Discussion about this post