Pembunuhan ‘Teteka’ Terungkap, Polisi di SBB Ungkap Motif Dendam dan Tindak Kekerasan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 8 Maret 2025 - 09:03 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku– Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Dennie Andreas Dharmawan, S.I.K, mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi pada Senin, 3 Maret 2025 di Desa Kamal, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Pembunuhan yang semula dianggap sebagai kecelakaan lalu lintas, akhirnya terungkap setelah penyelidikan intensif oleh polisi.

Korban, Frenchy Patrouw alias “Teteka” (25), ditemukan meninggal dunia dengan tanda-tanda kekerasan.

Pemeriksaan terhadap 15 orang saksi serta hasil autopsi yang dilakukan di RSUD Piru mengungkap fakta bahwa kematian korban bukan disebabkan oleh kecelakaan, melainkan oleh kekerasan yang menyebabkan kematian.

Kapolres mengatakan bahwa lima tersangka telah ditetapkan terkait peristiwa tersebut, dengan motif pembunuhan didasari oleh dendam. Kelima tersangka, yang masing-masing berinisial WM (25), CT (25), DM (21), YN (20), dan JS (19), dijerat dengan berbagai pasal tindak kekerasan yang berakibat pada kematian. Polisi juga membuka kemungkinan pemeriksaan lebih lanjut jika ditemukan bukti baru.

Baca Juga :  Epang Divonis 4,6 Bulan Penjara Lantaran Miliki Narkotika Golongan Satu

“Para tersangka diancam dengan Pasal 338 atau Pasal 170 ayat 2 ke 3, serta Pasal 351 ayat 3 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, yang mengancam hukuman penjara hingga 15 tahun,” ujar Kapolres, mengakhiri pernyataannya.**

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu
Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak
Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot
Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”
Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang
Kasus Kematian Fikram Heluth, Pengacara Keluarga Desak Kapolda Maluku Evaluasi Penyidikan
Karhutla Sebulan Tak Tertangani, Warga Tutup Jalan Trans Seram di Pertigaan Saleman
Polresta Ambon Bantah Tudingan Anak 13 Tahun Dipaksa Tiru Tanda Tangan Tersangka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:48 WIT

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:00 WIT

Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIT

Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:28 WIT

Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:26 WIT

Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang

Berita Terbaru