Sumpah Pemuda dan Pergerakan Pemuda

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 06:58 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

  • Oleh : Adam Talapuka, Direktur Eksekutif Maluku Transparansi

Ambon, Maluku– Indonesia tidak lahir dari meja kekuasaan, tidak dibidani oleh pemerintah, tidak dikendalikan oleh modal. Indonesia lahir dari kesadaran anak muda. mereka yang waktu itu tidak punya pangkat, tidak punya jabatan, bahkan tidak punya kepastian menang. Tetapi mereka punya satu hal yang tidak dimiliki penguasa mana pun: keyakinan bahwa bangsa ini layak ada.
Itulah api yang dinyalakan 28 Oktober 1928. Api yang hari ini mulai redup bukan karena bangsa ini kehilangan pemuda, tetapi karena banyak pemuda mulai kehilangan kepercayaan.

Hari ini, anak muda dicekoki jargon: persatuan, toleransi, kebangsaan. Tetapi realitas yang mereka lihat justru pameran paling telanjang dari sebuah bangsa yang tak lagi peduli pada martabat manusia.
Yang miskin makin tersisih, yang kritis diberi label subversif, yang jujur dianggap naif.
Sementara yang menguasai panggung adalah mereka yang pandai mengatur narasi, bukan kebenaran.

Maka wajar jika generasi muda bertanya:
“Untuk apa aku mencintai negeri yang tidak memperjuangkan nasibku?”
“Kenapa aku harus percaya pada bangsa yang bahkan tidak mendengar suaraku?”
Pertanyaan itu bukan bentuk pembangkangan. Itu tanda kesadaran.
Karena musuh terbesar persatuan bukan kritik pemuda, tapi kebohongan kekuasaan.

Baca Juga :  Pangdam dan Gubernur Maluku Tinjau Kesiapan Akhir Groundbreaking Blok Masela di Tanimbar

Di titik ini, Sumpah Pemuda kembali mengguncang kesadaran sejarah.
Sumpah itu bukan sekadar ikrar tiga baris. Ia adalah penolakan untuk tunduk pada kenyataan yang timpang. Mereka tidak menunggu persatuan diturunkan dari kekuasaan mereka mengumumkannya dari bawah.

Mereka tidak menunggu generasi tua memberi restu. mereka yang mendahului sejarah. Dan hari ini, pertanyaannya sangat sederhana apakah generasi muda sekarang masih memiliki nyali itu? Atau kita berubah menjadi generasi yang lebih sibuk membuat konten daripada menyusun perlawanan?
Lebih senang jadi pengamat politik daripada menjadi penggerak realitas?
Lebih nyaman menertawakan negara daripada berjuang memperbaikinya?

Baca Juga :  Disambut Antusias, Michael Wattimena Berbagi Kasih di Pasar Benteng Ambon

Karena sejarah tidak akan mengenang mereka yang paling cerewet di media sosial tetapi mereka yang paling berani bergerak.
Sumpah Pemuda bukan perayaan nostalgia. Ia adalah panggilan terbuka. Bangsa ini tidak menunggu pemuda yang pintar bangsa ini menunggu pemuda yang berani.
Bukan berani beropini, tapi berani menanggung risiko. Bukan hanya berani bicara, tapi berani memperjuangkan nilai.

Indonesia tidak akan runtuh karena krisis ekonomi.Indonesia akan runtuh jika generasi mudanya kehilangan idealisme tetapi merasa dirinya realistis.Karena realisme tanpa nurani hanya melahirkan satu hal: penyerahan diri pada keadaan.

Maka, jika bangsa ini terasa gelap, itu bukan karena harapan telah mati.
Harapan tidak pernah mati ia hanya sedang menunggu pemuda yang bersedia menyalakannya kembali.Dan ketika pemuda kembali bergerak,Indonesia akan kembali bernyawa.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru