AMBON, Maluku, – Rapat percepatan pengoperasian Blok Masela yang digelar tertutup di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (31/3/2026), menyisakan momen menarik perhatian.
Di tengah paparan sejumlah kepala daerah, Bupati Kepulauan Tanimbar (KKT), Ricky Jauwerissa, justru terlihat curhat mengenai berbagai persoalan yang menghimpit daerahnya.
Rapat tersebut dihadiri perwakilan Kementerian ESDM RI, SKK Migas, Inpex, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Abdullah Vanath, Forkopimda, serta Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Benyamin Thomas Noach.
Namun, menurut sumber yang turut hadir, suasana sempat berubah saat Bupati KKT menyampaikan pandangannya.
“Beliau (Bupati KKT) seolah-olah curhat. Mulai dari aksi demo yang kerap terjadi hingga persoalan lahan. Katanya, beliau selalu turun langsung menenangkan massa aksi demo,” ujar sumber tersebut kepada wartawan.
Sumber itu menambahkan, keluhan Bupati Ricky terkesan berbeda dari biasanya. “Padahal biasanya yang proaktif menemui pendemo itu Wakil Bupati KKT. Di rapat penting begini, terlambat baru curhat,” sindirnya.
Sementara itu, Bupati MBD dalam paparannya lebih fokus pada harapan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) di wilayah Kalwedo untuk mendukung operasional Blok Masela.
“Beliau berharap SDA di daerahnya bisa dimaksimalkan demi kelancaran pengoperasian Blok Masela sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” jelas sumber yang sama.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan menyatukan langkah dalam percepatan proyek strategis nasional (PSN) Blok Masela.
“Alhamdulillah, rapat berlangsung baik. Blok Masela ini PSN, jadi menjadi atensi serius dari pempus pemprov, dan pemda kabupaten. Kolaborasi, sinergi, serta dukungan dan doa restu masyarakat sangat kami harapkan agar pengembangan Blok Abadi Masela berjalan dengan baik,” terangnya.
Lewerissa pun mengajak semua pihak memastikan proyek ini berlangsung secepat mungkin.
“Mari kita bersama-sama memastikan proyek strategis nasional ini berlangsung dalam waktu secepatnya,” pungkasnya.







































































Discussion about this post