Tual, Maluku — Pemerintah Kota Tual secara resmi meluncurkan program 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tual yang digelar di Pantai Kiom, Kota Tual, Senin (12/05/2025).
Acara tersebut menjadi istimewa dengan kehadiran Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama rombongan dalam rangka kunjungan kerja perdananya ke Bumi Maren sejak menjabat sebagai Gubernur.
Rombongan Gubernur turut didampingi oleh Forkopimda Provinsi Maluku, Pangdam XVI/Pattimura, Kapolda Maluku, Kejati Maluku, serta Ketua dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku. Hadir pula istri Gubernur Maluku, jajaran pengurus Dewan Pengurus PKK Provinsi Maluku, Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra, Forkopimda Kota Tual, OPD Kota Tual, serta seluruh pejabat daerah dan elemen masyarakat Kota Tual yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Mengawali sambutannya, Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat menegaskan bahwa Kota Tual merupakan bagian penting dalam arus pembangunan nasional sebagai salah satu kota maritim strategis di wilayah Maluku Tenggara. Renuat menyebutkan bahwa Kota Tual yang berada dalam Gugus Delapan Kepulauan Kei memiliki peran sentral dalam menggerakkan ekonomi Provinsi Maluku, khususnya di sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata
“Pemerintah Kota Tual siap mendukung penuh program strategis Pemerintah Provinsi Maluku, Maluku Integratif Port yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN),” ujar Wali Kota Renuat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Maluku atas komitmennya dalam mendorong konektivitas dan industrialisasi di daerah.
Lebih lanjut, Renuat menyebut bahwa RPJMN Tahun 2025–2029 telah membuka peluang besar bagi Kota Tual untuk berkembang melalui penguatan sektor industri perikanan dan peningkatan akses antarwilayah. Program strategis nasional seperti Maluku Integratif Port menjadi pengungkit utama modernisasi dan transformasi ekonomi di kota ini.
Dalam sambutan, Gubernur Hendrik Lewerissa mengungkapkan optimismenya terhadap kemajuan Kota Tual.
Ia menegaskan bahwa dengan kekayaan sumber daya perikanan dan potensi wisata yang luar biasa, Kota Tual memiliki kapasitas untuk tumbuh sejajar dengan kota-kota lain, tidak hanya di Maluku, tetapi juga secara nasional.
“Saya percaya, Kota Tual akan mampu bangkit, memacu kemajuan, dan berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan kota-kota lain di Indonesia,” pungkas Gubernur Lewerissa dalam semangat optimisme.***







































































Discussion about this post