KPU Buru Diduga Sengaja Miskinkan PKL 

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Agustus 2024 - 08:34 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Namlea, Maluku : Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buru diduga sengaja memiskinkan Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan tidak membayar hutang makan minum Rp. 9.000.000 sejak tahun 2018.

KPU Buru sendiri seakan-akan acuh, dan tidak sama sekali merasa berdosa atas perbuatan mereka kepada salah satu PKL yang ada di kota Namlea, karena sampai saat ini tidak ada etikat baik dari KPU Buru untuk menyelesaikan (membayar) hutang tersebut.

Ibu Nining adalah korban hutang makan-minum KPU Buru, berbagai upaya telah dilakukan agar hutang makan-minum dapat diselesaikan namun sia-sia, lantaran KPU Buru seakan merasa tidak pernah berhutang, padahal hampir semua kegiatan KPU Buru di tahun 2018 (Menyiapkan makan atas kunjungan Komisioner KPU Provinsi, pekerjaan gapura, dll) selalu menggunakan jasa warungnya.

Hutang makan-minum yang nilainya tak seberapa itu jika dibandingkan dengan kucuran anggaran KPU Buru setiap tahunnya, sangatlah mencoreng marwa dari lembaga yang setiap perhelatan Pemilu selalu mendapat kucuran anggaran hingga puluhan miliar.

“Kami tak habis pikir, hutang yang terbilang kecil ini saja tidak bisa diselesaikan, bagaimana jika hutang itu nilainya besar. Perlakuan ke PKL ini sangat memalukan,” ungkap Abdul warga Namlea yang dimintai keterangan oleh media ini, 13/08/2024.

Menurutnya, hutang makan-minum KPU Buru ke PKL sudah harus dibayar agar marwah lembaga tetap harum dimata masyarakat terkhusus para PKL yang ada di Kabupaten Buru.

“Sebagai masyarakat kami berharap hutang makan-minum ini secepatnya diselesaikan, kalau tidak bisa diselesaikan oleh KPU Buru, maka kami tetap akan bersuara di media bahkan kami akan meminta atensi khusus dari Komisioner KPU Provinsi terhadap persoalan ini,” tutupnya.

Sebelumnya, ibu Nining kepada media ini mengaku jika KPU Buru pernah berhutang makan-minum sebesar Rp. 9.000.000 kepadanya, hutang itu dicatat dalam buku hutang.

Baca Juga :  British model issues lengthy, sincere apology for cultural appropriation

Dalam buku hutang itu sendiri jelas tercatat hari, tanggal, tahun, siapa yang makan bahkan jika ada pegawai yang disuruh untuk mengambil makan juga tercatat dalam buku hutang itu.

Perlu diketahui, saat ini ibu nining tidak lagi berjualan di area sekitar KPU Buru, ia kini berjualan di trotoar jalan sekitar tugu tani Namlea.

Ketua KPU Buru Walid Azis saat dikonfirmasi media ini Via WahtsApp, tidak memberikan keterangan apapun, malah meminta untuk menghubungi sekretariat.

“Lebih jelasnya hubungi Sekretaris saja.”

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

300 Paket Sembako Warnai Pelantikan PD Muhammadiyah Buru
Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Buru Resmi Dilantik
Kodim 1506/Namlea Bersama Warga Garap Fondasi Jembatan Gantung Namlea Ilath
Kapolda Maluku Segera Proses Soni Waemase Anggota Krimsus Beking Tambang Ilegal di Gunung Nona dan Gunung Botak
Waemkedan, Wameho, Gunung Nona dan Air Panas Buru Ramai Alat Berat, Kapolres Di Mana?
Alat Berat Beroperasi Terang-Terangan di Tambang Ilegal Gunung Nona-Air Panas Pulau Buru
Tim Tabur Buru Tangkap Buronan Kasus Asusila di Desa Namlea
Musda Golkar Buru Dinilai Terganggu, Pengurus DPD I Maluku Disorot

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:20 WIT

300 Paket Sembako Warnai Pelantikan PD Muhammadiyah Buru

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:15 WIT

Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Buru Resmi Dilantik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:02 WIT

Kodim 1506/Namlea Bersama Warga Garap Fondasi Jembatan Gantung Namlea Ilath

Minggu, 6 September 2026 - 23:40 WIT

Kapolda Maluku Segera Proses Soni Waemase Anggota Krimsus Beking Tambang Ilegal di Gunung Nona dan Gunung Botak

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:13 WIT

Waemkedan, Wameho, Gunung Nona dan Air Panas Buru Ramai Alat Berat, Kapolres Di Mana?

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT