Kasus DD/ADD Rp665 Juta di Layeni Masuk Penanganan Kejari Malteng

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 11:34 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Masohi, Maluku,- Dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Layeni, Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah, kini dalam penelusuran pihak kejaksaan.

Sejumlah pihak menduga anggaran negara yang diperuntukkan bagi pembangunan dan kebutuhan masyarakat desa justru disalahgunakan oleh Kepala Pemerintah Negeri Layeni, Roy Marten Tewernussa, bersama dua perangkat desa lainnya, yakni sekretaris dan bendahara.

Berdasarkan laporan masyarakat, dugaan penyimpangan tersebut terjadi dalam kurun waktu 2023 hingga 2025 dengan total nilai mencapai Rp665.815.938.

Dugaan ini mencuat setelah Tim Peduli Masyarakat Desa Layeni yang terdiri dari tujuh orang resmi melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Maluku Tengah di Masohi pada 2 Maret 2026.

Dalam laporan tersebut, sejumlah anggaran yang diduga disalahgunakan antara lain:

Tahun 2023, Dana Desa: Rp47.000.000, ADD Rp81.100.000, sementara Tahun 2024, DD dan ADD: Rp136.112.274, dan Tahun 2025, Dana Desa: Rp448.603.664, dari Total keseluruhan dugaan penyimpangan mencapai Rp665.815.938.

Anggaran yang dipersoalkan mencakup berbagai item, seperti operasional pemerintah desa, insentif RT, bantuan sosial, program kesehatan, ketahanan pangan, hingga pembangunan fisik seperti talut dan rumah layak huni.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kejaksaan Negeri Maluku Tengah telah menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait. Pemeriksaan awal dijadwalkan berlangsung pada 9 April 2026.

Kasus ini kini dalam tahap penyelidikan untuk mendalami dugaan penyalahgunaan anggaran desa tersebut.

Baca Juga :  Wali Kota Ambon Ikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah Komponen Singapura: Perkuat Wawasan Geopolitik dan Tata Kelola

Praktisi hukum, Rony Samlohy, menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi dana desa harus ditangani secara serius dan transparan.

“Korupsi merupakan musuh bersama. Penegak hukum harus tegas dan tidak memberi ruang bagi pelaku penyalahgunaan anggaran publik,” ujarnya, Senin (13/04/2026).

Ia juga menekankan pentingnya proses hukum hingga penetapan tersangka jika ditemukan bukti yang cukup.

Sementara itu, perwakilan Tim Peduli Masyarakat Desa Layeni, Plipus Kelelufna, menyampaikan apresiasi kepada Kejari Maluku Tengah yang dinilai responsif dalam menindaklanjuti laporan.

Ia berharap proses hukum berjalan adil dan memberikan efek jera agar kasus serupa tidak kembali terjadi di tingkat desa.*

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIT

Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!

Berita Terbaru